Teknologi · Nasional
Xiaomi Perkuat Chip Buatan Sendiri, Xring O3 Diproduksi dengan Teknologi 3nm
Xiaomi meluncurkan Xring O3, chip smartphone 3nm yang diproduksi TSMC sebagai bagian dari strategi memperkuat teknologi semikonduktor buatannya sendiri.

Foto: Dokumentasi Redaksi Denting.net
Denting, Jakarta — Xiaomi semakin serius memperkuat kemampuan teknologinya dengan mengembangkan prosesor buatan sendiri. Perusahaan asal China tersebut meluncurkan chip smartphone terbaru bernama Xring O3 yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 3 nanometer dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chip pihak ketiga sekaligus memberikan kontrol lebih besar terhadap pengembangan fitur perangkatnya.
Menurut laporan Reuters, Xring O3 diperkirakan akan digunakan pada perangkat flagship lipat Xiaomi berikutnya. Pengembangan chip tersebut juga menunjukkan ambisi Xiaomi untuk semakin menguasai komponen penting dalam ekosistem perangkat pintarnya.
Selain Xring O3, Xiaomi dilaporkan tengah mengembangkan dua chip lainnya bersama TSMC. Salah satunya adalah Xring O100, unit pemrosesan neural yang ditujukan untuk mendukung model kecerdasan buatan MiMo. Sementara chip lainnya, Xring D100, dikembangkan untuk kebutuhan teknologi kendaraan otonom.
Investasi Xiaomi dalam pengembangan semikonduktor juga tidak kecil. Perusahaan tersebut disebut telah menggelontorkan lebih dari 20 miliar yuan atau sekitar US$3 miliar untuk pengembangan chip dan memperluas tim semikonduktornya hingga lebih dari 3.000 orang.
Pengembangan chip mandiri menjadi semakin penting bagi produsen smartphone karena komponen semikonduktor berpengaruh besar terhadap performa perangkat, kemampuan kecerdasan buatan, konsumsi daya hingga fitur kamera.
Bagi Xiaomi, penguasaan teknologi chip juga dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan ekosistem perangkat yang lebih terintegrasi, mulai dari smartphone, perangkat AI hingga kendaraan listrik.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persaingan industri smartphone kini tidak hanya berlangsung pada desain dan spesifikasi perangkat. Penguasaan teknologi semikonduktor dan kecerdasan buatan juga menjadi bagian penting dalam menentukan posisi perusahaan di pasar global.


